Belajar dari Main Game

Anda mungkin akan bertanya-tanya, belajar kok dari main? Belajar tuh dari buku, dari guru…atau mungkin anda berpikir ‘belajar main game kalee…
Tulisan ini adalah pendapat pribadi, anda boleh respect atau boleh juga prek..!. bersadarkan pengamatan yang penulis lakukan *kalo ini terlalu berlebihan, wong cuma khayalan….sebagaimana kita ketahui, main game adalah salah satu hiburan untuk membunuh rasa suntuk setelah menjalani aktivitas sehari-hari, atau menghabiskan waktu karena tidak ada kerjaan. Atau main game adalah pekerjaan, bisa saja. Kalau mendengar cerita dari temen-temen yang suka main game, mereka bisa menghabiskan berjam-jam lamanya ketika main game. Apalagi kalau hari libur, main gamenya bisa dari pagi sampai pagi lagi alias 24 jam nonstop. Luar biasa..!! itu main game atau semedi. Aku juga suka main game, tapi tidak sampai puluhan jam lamanya.
Lalu mana yang dimaksud belajarnya? Semangatnya….ya…semangat main game. Kalau saja semangat main game diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, kita akan jadi orang sukses *mungkin*. Coba saja jika kita bekerja semangatnya seperti main game, tidak kenal lelah, tidak kenal waktu, selalu ingin menang, selalu ingin mencari sesuatu yang baru. Atau jika kita masih masa sekolah, semangat nge-gamenya kita terapkan ketika belajar, wiiss…bakal jadi yang paling pandai :D
Pertanyaannya, mungkinkah??? Lha itu…yang aku belum tahu jawabannya. Model antara main game dengan bekerja atau sekolah/ kuliah beda. Kalau main game modelnya adalah SPORTIF, MENANG atau KALAH. Sedangkan di lingkungan kerja atau sekolah, modelnya adalah pengadilan, BENAR atau SALAH. Kalau menurutku, jika aku dinyatakan kalah, aku akan berusaha lagi untuk menang, jika kalah lagi akan berusaha lagi. Tapi jika aku dinyatakan salah, waduhh….harus bagaimana biar benar? Kalau tidak ya…lemes, otak langsung buntu, gelap. Sepertinya kalau dinyatakan salah, itu adalah sebuah akhir. Tapi jika dinyatakan kalah, wah….kalah ik, coba lagi ah biar menang.
Intinya….saya mengharapkan di tempat kerja atau sekolah. Jika karyawan tidak benar kerjanya, bos tidak berkata “kerjaanmu tidak benar semua” tapi berkata “kamu kalah”. Kalau di sekolah ya…gurunya berkata “kamu kalah semua”.
Atau kamu terapkan sendiri dalam diri kamu semangat main game. Jika kerjaanmu amburadul, maka kamu kalah dan cobalah untuk berusaha menang. Jika nilai ujian kamu jeblok, anggap aja itu suatu kekalahan. Jadi bekerja keras/ belajar giat bukan karena bos akan marah jika pekerjaan tidak selesai/ nilai ujian jeblok bila tidak belajar giat. Tapi karena semangat ingin memenangkan pertandingan. Maka cobalah untuk mencari kemenangan. Ayo terapkan semangat nge-game dalam kehidupan sehari-hari….
Mungkinkah? Semua terserah padamu

2 comments 19 Desember 2009

Apa Kabar Loenpia

logo ultah loenpia ke-4Loenpia hari ini merayakan ulang tahun ke empat. tak terasa memang, tiba-tiba udah berusia empat tahun. Usia kalau diumpamakan manusia seperti anak kecil yang sedang lucu-lucunya. Tapi usia segitu bagi sebuah komunitas adalah usia memantapkan eksistensinya, menurut saya. Dulu anggota loenpia hanya beberapa gelintir orang saja, sekarang anggotanya udah tercatat seribu anggota, katanya. Sayangnya…yang aktif ikut kegiatan loenpia hanya sedikit saja, mungkin sekitar 5% lah…bisa kurang bisa lebih.

Di usianya yang udah empat tahun ini, sebagai anggota, saya hanya bisa mendo’akan saja, semoga loenpia semakin maju, semakin ramai, semakin banyak anggota yang aktif dalam kegiatan loenpia. hari, minggu, bulan, tahun, dan sekarang menginjak tahun ke empat. Banyak kegiatan yang telah diadakan, dari mulai acara fun2 sampai acara sosial. Ayo loenpia….terus maju…selalu…
udah ah….ga usah panjang2, paling-paling juga ga ada yang baca…

4 comments 15 Oktober 2009

Halal bi Halal Keluarga Besar

bani kasah lagiah
Hari sabtu kemarin aku menghadiri acara halal bi halal keluarga besarku. Keluarga besarku bernama Bani Kasah Lagiah, nama kakek nenek buyut kami. Acaranya sendiri berlangsung di rumah salah satu anggota keluarga yang mendapat jatah giliran sebagai tuan rumah. Tuan rumah bukan per keluarga tapi per Bani. Keluarga besar Bani Kasah Lagiah sendiri terdiri dari lima Bani, yaitu Bani Karnawi, Bani Kholil, Bani Hasim, dan Bani *mencoba mengingat-ingat*. Aku sendiri masuk ke dalam Bani Karnawi, Bani Karnawi ini adalah anak tertua dari Bani Kasah Lagiah. Pak Karnawi sendiri mempunyai beberapa anak, dan kakekku adalah anak yang tertua. Acara pertemuan Keluarga Besar biasanya diadakan setahun sekali, dan biasanya pas momen Idul Fitri, sekalian halal bi halal. (lagi…)

Add comment 1 Oktober 2009

Previous Posts


golei dewe

Komentar Terakhir

ikankoi di Belajar dari Main Game
adi isa di Belajar dari Main Game
MOCH MUSYAFAK di KPK Mencari Pakar
rofiq di MENCEGAH BANJIR LEWAT LUBANG S…
Agus Suhanto di Apa Kabar Loenpia

Arsip

yang kesasar

Add to Technorati Favorites

Link

koneksi

khusus admin

Powered by FeedBurner

RSS ANTARA – Ekonomi & Bisnis

RSS ANTARA – Lingkungan