Apa Kabar Loenpia

logo ultah loenpia ke-4Loenpia hari ini merayakan ulang tahun ke empat. tak terasa memang, tiba-tiba udah berusia empat tahun. Usia kalau diumpamakan manusia seperti anak kecil yang sedang lucu-lucunya. Tapi usia segitu bagi sebuah komunitas adalah usia memantapkan eksistensinya, menurut saya. Dulu anggota loenpia hanya beberapa gelintir orang saja, sekarang anggotanya udah tercatat seribu anggota, katanya. Sayangnya…yang aktif ikut kegiatan loenpia hanya sedikit saja, mungkin sekitar 5% lah…bisa kurang bisa lebih.

Di usianya yang udah empat tahun ini, sebagai anggota, saya hanya bisa mendo’akan saja, semoga loenpia semakin maju, semakin ramai, semakin banyak anggota yang aktif dalam kegiatan loenpia. hari, minggu, bulan, tahun, dan sekarang menginjak tahun ke empat. Banyak kegiatan yang telah diadakan, dari mulai acara fun2 sampai acara sosial. Ayo loenpia….terus maju…selalu…
udah ah….ga usah panjang2, paling-paling juga ga ada yang baca…

4 comments 15 Oktober 2009

Halal bi Halal Keluarga Besar

bani kasah lagiah
Hari sabtu kemarin aku menghadiri acara halal bi halal keluarga besarku. Keluarga besarku bernama Bani Kasah Lagiah, nama kakek nenek buyut kami. Acaranya sendiri berlangsung di rumah salah satu anggota keluarga yang mendapat jatah giliran sebagai tuan rumah. Tuan rumah bukan per keluarga tapi per Bani. Keluarga besar Bani Kasah Lagiah sendiri terdiri dari lima Bani, yaitu Bani Karnawi, Bani Kholil, Bani Hasim, dan Bani *mencoba mengingat-ingat*. Aku sendiri masuk ke dalam Bani Karnawi, Bani Karnawi ini adalah anak tertua dari Bani Kasah Lagiah. Pak Karnawi sendiri mempunyai beberapa anak, dan kakekku adalah anak yang tertua. Acara pertemuan Keluarga Besar biasanya diadakan setahun sekali, dan biasanya pas momen Idul Fitri, sekalian halal bi halal. (lagi…)

Add comment 1 Oktober 2009

Percakapan Dua Pohon

vignet percakapan dua pohon
Percakapan antara pohon tua dan pohon muda
“Selamat dating di tempat yang paling kejam” kata pohon tua menyambut pohon muda yang baru datang.
“Terima kasih” sahut pohon muda.
“Bagaimana rasanya tinggal di sini?” pohon muda bertanya.
“Sakit! Kejam! Tidak berperasaan!” kata pohon tua menunduk lesu *emang phon bisa menunduk lesu?* “bagaimana tidak! Aku di sini sendirian di kepung udara polusi. Badanku jadi jelek, item dan kusut ini juga karena polusi asap knalpot kendaraan manusia yang terkutuk. (lagi…)

3 comments 1 Oktober 2009

Previous Posts


golei dewe

Komentar Terakhir

rofiq di MENCEGAH BANJIR LEWAT LUBANG S…
Agus Suhanto di Apa Kabar Loenpia
ikankoi di KPK Mencari Pakar
simone di KPK Mencari Pakar
Oes Tsetnoc di Apa Kabar Loenpia

Arsip

yang kesasar

Add to Technorati Favorites

Link

koneksi

khusus admin

RSS ANTARA – Ekonomi & Bisnis

RSS ANTARA – Lingkungan