Manfaat Energi Matahari

Dikirim berita dengan kaitan (tags) , , , , , , , pada 5 Juli 2009 oleh ikankoi

Sumber energi baru yang saat ini banyak dikembangkan salah satunya yaitu sumber energi matahari, yang biasa disebut tenaga surya atau solar sel. Sumber energi dari sinar matahari ini bebas pencemaran, jumlahnya pun tidak terbatas, tidak memerlukan jaringan transmisi sehingga dapat dimanfaatkan secara mandiri dimana saja selama masih bias terjangkau sinar matahari. Indonesia sebenarnya adalah tempat yang sangat strategis untuk penggunaan energi matahari ini karena letaknya yang berada di daerah tropis. Daerah yang sangat optimal menerima sinar matahari.

Jumlah energi yang dipancarkan matahari setara dengan 10.000 kali konsumsi energi di seluruh dunia saat ini. Penggunaan energi matahari tidak mengganggu kondisi atmosfir dan juga tidak menghasilkan polutan yang berbahaya bagi makhluk hidup.

Prinsip kerja

Sinar matahari ditangkap oleh sel-sel berlapis semikonduktor kemudian diubah menjadi listrik. Agar dapat digunakan pada malam hari biasanya listrik yang telh dihasilkan disimpan dalam baterai. Energi yang dikeluarkan sinar matahri sebenarnya hanya diterima oleh permukaan bumi sebesar 69 % dari total energi sinar matahari.

Energi yang dihasilkan dari sinar matahari sangat besar, sekitar 3 x 1.024 joule/tahun. Energi tersebut setara dengan 2 x 1017 watt. Hanya dengan 0,1 % sinar matahari dari keseluruhan sinar matahari yang menyinari seluruh permukaan bumi dapat mencukupi kebutuhn energi di seluruh dunia.

Sistem Ekonomi

Dikirim Catatan dengan kaitan (tags) , , , , , , , pada 24 Mei 2009 oleh ikankoi

1. Masyarakat Tradisional
Sistem produksi, distribusi dan konsumsi diatur oleh tata nilai dan tata organisasi yang berdasarkan adat istiadat. Kegiatan ekonomi tradisional sering bertentangan dengan prinsip efisiensi dalam penggunaan sumber ekonomi.

2. Masyarakat Sosialis
Sistem ini diatur berdasarkan sistem komando dengan perencanaan terpusat, dalam sistem ini produksi dilakukan oleh negara, distribusi oleh negara dengan sistem penjatahan. Sistem ini susah dikontrol karena semua informasi dikuasai oleh negara.

3. Masyarakat Ekonomi Pasar
Sistem ini perilaku dan keputusan ekonomi dilakukan oleh pelaku ekonomi (individu, perusahaan, perusahaan negara). Sistem ini berdasarkan mekanisme pasar dan timbulnya invisible hand (tangan-tangan yang tak kelihatan. Adam smith adalah salah satu pendukung ekonomi pasar.

4. Masyarakat Ekonomi Campuran
adalah sistem yang menggabungkan sistem ekonomi sosialis dengan ekonomi pasar.

Kemacetan di Simpang Jalan

Dikirim Asal tulis dengan kaitan (tags) , , , , , , , pada 18 Mei 2009 oleh ikankoi

maceeeetKemacetan yang ingin aku ceritakan ini adalah yang terjadi perempatan pasar genuk, jalan wolter mangunsidi kaligawe semarang.
Tiada hari tanpa macet *seperti slogan saja pagi dan sore . Penyebabnya hanya satu, tidak ada yang mau mengalah, semua ingin jalan duluan. Pernah suatu sore, sama sekali tidak ada satu pun kendaraan yang bisa jalan karena kendaraan dari arah kaligawe, pasar genuk, jalan wolter monginsidi dan dari arah kampung saling jejal menjejal, srobot kiri srobot kanan hingga jalan penuh sesak, tidak ada sedikitpun lubang tikus yang bisa dilalui. Entah sampai jam berapa kemacetan berlangsung aku tidak tahu. Aku lebih memilih putar balik ke jalan kaligawe lagi, walaupun jalan kaligawe juga macet tapi masih ada lubang tikus yang bisa dilalui.

Saya kira di tempat-tempat lain yang persimpangannya tidak ada lampu rambu-rambu juga terjadi kejadian seperti di atas, ingin jalan duluan.

Yang jadi pertanyaan dalam hati saya adalah, apakah ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan kedisiplinan berlalu lintas?
Kalau menurut saya, berdasarkan perlihatan sendiri, tidak ada sama sekali hubungan antara tingkat pendidikan dengan kedisiplinan berlalu lintas. Saya sering melihat orang berpakaian necis seperti orang kantoran ato mahasiswa yang main srobot.
Saya kira, kedisiplinan berlalu lintas itu karena faktor kesadaran untuk mematuhi rambu-rambu dan menghargai pengguna jalan lain