Kantin Kejujuran
30 Oktober 2008
Sebuah ide brilian dalam menekan pertumbuhan korupsi. Namanya kantin kejujuran. Kantin dalam arti yang sebenarnya yaitu tempat kita jajan. Kantin kejujuran ini jumlahnya sekitar 1.000, menyebar di sekolah-sekolah. Di kantin ini, tiap pembeli mengambil sendiri barang yang dibeli, membayarnya dan mengambil kembaliannya sendiri. Tidak ada kasir maupun penjaga kantin. Jadi di kantin ini kejujuran benar-benar diperlukan.
Tujuan didirikan kantin kejujuran ini adalah sebagai usaha preventif dan edukatif. Usaha preventifnya yaitu mencegah berkembangnya budaya korupsi meluas sampai ke generasi muda. Sarana edukatifnya yaitu memberikan pelajaran tentang kejujuran, jika semua jujur maka kemungkinan korupsi tidak terjadi. Sukses tidaknya program ini dapat dilihat dari neraca keuangan kantin. Jika uang yang diperoleh sesuai dengan jumlah barang yang terjual maka program kantin kejujuran ini sukses. Tapi jika jumlah uang yang diperoleh tidak sesuai dengan barang yang terjual maka program ini belum sukses.
Jaksa Agung Hendarman Supandji dalam sambutannya ketika meresmikan kantin kejujuran di sebuah SMA mengatakan “jika rakyat tidak jujur, negara akan hancur”. Analog ini sebagai gambaran bahwa kantin diibaratkan sebuah negara. Jika pembelinya tidak membayar sesuai kewajibannya, maka modal yang dimiliki tentu akan tergerogoti. Kekayaan dalam sebuah negara akan habis jika ketidak jujuran yang merupakan basis sikap korup merajalela.
Saya kira bukan hanya rakyat yang harus jujur, malahan seharusnya para pemimpin lah yang paling awal untuk berlaku jujur. Apa artinya jika semua rakyat jujur tapi yang punya kekuasaan tidak jujur. Kejujuran seharusnya dicontohkan oleh para pemimpin. Saya kira kalau pemimpin jujur, mau tidak mau rakyat akan ikut jujur.
Entry Filed under: korupsi. Tag: kantin, kejujuran, korupsi, kpk, pemimpin.
12 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed



1.
Nenad Mohamed | 2 November 2008 at 7:36 am
Pertamaxxx…..
dijamin ngga ya semua pembelinya bakal jujur?
waduh..baru denger nih kantin model gini
2.
tempo | 3 November 2008 at 8:02 am
Menurut saya, yang pertama harus dilakukan adalah jujur pada diri sendiri.. Jika itu sudah dilakukan dengan baik, kejujuran di semua bagian kehidupan ini akan tercipta dengan sendirinya..
3.
theequshimuets | 3 November 2008 at 8:39 am
wah, stubuh tuh… sgala dorongan/motivasi yang berawal dari diri sendiri itu lebih baik… hanya saja semua itu perlu bantuan dan pengingat
4.
bloGEsam | 3 November 2008 at 2:32 pm
kayaknya kantin seperti ini perlu di-frachise-kan nih… hehehe
5.
auaja | 3 November 2008 at 2:34 pm
yo rakyat, yo pemimpin, kabeh kudu jujur!!!
*terakhir kali nyontek kapan ya?
6.
ika | 4 November 2008 at 4:55 am
yup, pemimpin harusnya bisa ajdi contoh yang baek, tapi di indonesia pemimpin malah jadi conto yang aneh2
7.
retrira | 6 November 2008 at 1:43 am
Kantin ini bakal dimonitor juga kan? Kabar-kabarin hasilnya bagaimana..
Mudah-mudahan semua yang terlibat jujur
Menyenangkan kalo tau masih banyak orang jujur di Indonesia
8.
coretanpinggir | 6 November 2008 at 11:34 am
Ide yang bagus…. Kita harus dukung…. Terobosan2 seperti ini
Salam
Popop
9.
Felicity | 6 November 2008 at 3:52 pm
Yup, setuju…pemimpin harus memberi contoh agar bertindak jujur… Salam kenal
10.
muxonated | 19 November 2008 at 2:39 am
pernah baca di media, ada salah satu kantin yang akhirnya rugi… gara2 banyak yang gak bayar kali ya
boleh tu diusulin semuanya diumumkan mana yang untung, mana yang rugi, dan dipublikasikan biar siswa SMA-nya pada malu kalo gak bayar
11.
departa | 24 November 2008 at 3:11 am
Pemimpin adalah panutan untuk semua.Tpai Jadi Pemimpin Jaman sekrang Susah karena memimpin orang yang tidak mau dipimpin.
12.
shalimow | 6 Januari 2009 at 7:13 am
ok, bagu snich beritanya, hasilnya gimana ya