Nilai sebuah Barang
Posted by sanji0ne
Nilai sebuah barang atau benda itu tergantung orang yang memegangnya. Bisa jadi seseorang menganggap sebuah barang telah menjadi sampah karena sudah tidak dapat digunakan lagi tapi di tangan orang lain, barang tersebut bisa menjadi barang yang lebih bernilai ekonomis.
Contohnya sebuah botol plastik bekas. Seseorang yang telah menghabiskan minuman yang ada di dalamnya bisa jadi akan membuangnya karena sudah tidak ada minuman di dalamnya. Tapi botol bekas minum itu bisa berguna bagi orang yang mengerti nilai sebuah botol kaleng tersebut. Di mata pemulung, botol bekas tersebut bisa menghasilkan uang untuk dia makan. Di mata seorang yang kreatif atau seorang seniman, bisa jadi botol bekas itu bisa menjadi barang yang lebih bernilai ekonomis.Tidak berbeda dengan benda atau barang. Manusia juga sama. Bisa jadi di mata seorang manajer yang mencari karyawan kamu tidak menarik sama sekali. Tapi bisa jadi di mata manajer yang lain, kamu adalah karyawan yang dibutuhkannya. Jadi jangan menyerah, teruslah berusaha. Tidak lupa tingkatkan kemampuan dan keahlian kamu.
Kembali ke masalah barang atau benda. Kenapa emas digolongkan sebagai perhiasan, sedangkan besi atau baja bukan? Apakah karena kelangkaannya? sulit didapatkan sehingga dianggap berharga dan mulia. Barang-barang antik, termasuk juga barang-barang jadul yang sudah jarang ditemukan akan bernilai tinggi jika dijual.
Jadi? saya ini berbicara tentang apa
Tentang sanji0ne
bukan apa-apa, hanya manusia biasa, yang ingin berbagi dengan sesamaPosted on 4 Desember 2011, in Catatan and tagged barang, bekas, benda, nilai, sampah. Bookmark the permalink. Tinggalkan sebuah Komentar.











Tinggalkan sebuah Komentar
Komentar (1)