Mari Belajar Bercerita di Kelas Pencerita
Acara yang diadakan @idceritaSMG ini berlangsung di Warung Wedangan jalan Brotojoyo Semarang, dua minggu lalu. hehehe… baru sekarang aku post liputannya. Acara yang diadakan untuk kedua kalinya, acara yang pertama aku tidak ikut. Baru acara kedua ini ikut, walau hujan badai menghadang tetapi rasa penasaran dan keingintahuan tentang kelas pencerita mengalahkan segala halangan.
Pada session kedua ini, kelas pencerita menghadirkan kak @bukik dan @andhinisimeon. Tampil pertama berbagi ilmu yaitu andhini. Menceritakan pengalamannya menjadi seorang pencerita. Suka duka, dan beberapa tips dalam bercerita disampaikannya dengan jenaka. Berikut beberapa tips yang disampaikan kak andhini berdasarkan pengalamannya *children mode on*
Menjadi Anak-anak
Dalam bercerita, dia selalu memposisikan dirinya seperti anak-anak. Makanya, dalam bercerita dia selalu memakai kaos, celana pendek, dan bersepatuk kets. Tujuannya untuk menarik perhatian anak-anak dan anak-anak tidak merasa ada jurang pemisah antara pencerita dengan mereka.
Umur Audiens
Golongan umur audies menjadi pertimbangan media yang akan digunakan sebagai alat untuk menyampaikan cerita. Jika audiensnya anak taman kanak-kanak, biasanya menggunakan media boneka binatang. Kalau anak usia sekolah dasar kelas 1-3, kak andhini menggunakan media boneka karakter manusia. Boneka yang dibawa kak andhini namanya Donna. Jadi, setiap golongan umur medianya berbeda-beda. Tujuannya untuk menarik perhatian audiens.
Jumlah audiens
Selain media utama untuk menarik minat audien, digunakan juga media pelengkap untuk mendukung pencerita dalam menyampaikan ceritanya. Seperti pengeras suara dan layar monitor. Tujuannya agar semua audiens mendengar dan melihat. Media elektronik tersebut digunakan jika jumlah audiens banyak dan tempat bercerita di luar ruangan, atau di dalam ruangan yang sangat luas.
Penampil kedua yaitu kak @bukik, yang datang langsung dari Surabaya. Beliau berbagi pengalamannya selama menjadi pencerita bagi anaknya. Selama pengalamannya, kadang tokoh dalam cerita melekat pada anak-anak. Misalnya pernah suatu kali anaknya kak bukik marah sama dia dengan tidak mau ngomong, tapi kalau kak bukik ngomong atas nama tokoh dalam cerita, anaknya mau diajak ngomong.
Begitulah, sebenarnya masih banyak cerita seru dari pembicara, tetapi karena saking banyaknya cerita seru jadi lupa untuk mencatat dalam memori otak yang bebal ini. maafkan ya *alesan*
Posted on 1 Februari 2012, in Catatan and tagged @idcerita, @idceritaSMG, anak, audiens, bercerita, boneka, dongeng, indonesia, kelas, pencerita, sekolah dasar, taman kanak kanak. Bookmark the permalink. 4 Komentar.











Halo Travelers …
Ada info menarik nh…
Sekarang, hanya dengan biaya 1,5jt rupiah, kamu bisa menikmati perjalanan ke :
1. Phuket-Phiphi Island – James Bond : 5D/4N
2. Beijing Tour : 4D/3N
3. Korea Tour : 5D/4N
4. Hongkong-Shenzhen-Guangzhou : 6D/5N
Secara FREEEEEEE………
Bagi yang berminat dan membutuhkan info lebih lanjut, silakan lanjut secara PM ya…..
Website : http://tour.kepalanggila.com
Many thanks Before…
@sanji jual buka ya.. maukah saya bantu ikut jualinnya.. bukunya apa saja.?
buku cerita buat paud atao anak SD-SLTP semacam itu kah.? kalo iya nnt bisa aku bantu share ke rekan2 guru. tks
iya, tapi itu bukunya perusahaan. buku belajar menulis dan membaca, belajar menggambar, dan buku2 umum
O bukunya perusahaan, tak pikir buka usaha sendiri. sodara ada yg jd guru so aku pkir ada buku pelajaran gt..ok tks yr inpo