Perkembangan Mobile Content Indonesia
Mobile content atau dalam bahasa Indonesianya adalah aplikasi untuk perangkat mobile semacam handphone, smartphone, dan jenis perangkat terbaru yang lagi booming yaitu tablet. Aplikasi-aplikasi yang disematkan pada sebuah perangkat mobile menjadi pertimbangan konsumen dalam memilih sebuah gadget, dan tentu saja kemungkinan untuk ditambahkannya aplikasi yang disukai konsumen. Karena itulah kenapa iPhone, Android, dan Blacberry menjadi booming. iPhone disukai karena aplikasi multimedianya yang yahud, Android disukai karena banyak aplikasi yang keren dan dapat didownload gratis, Blackberry disukai karena aplikasi bisnisnya.Karena menarik untuk dibahas, @RoTIRFreSh bekerjasama dengan Telkomsel Jateng DIY menyelenggarakan sharing dengan tema Mobile content. Dibuka dengan fakta yang disampaikan oleh Mas Sony sebagai pembicara pertama, sungguh mencengangkan. Beliau kesehariannya adalah seorang dosen. Menurut Mas Sony yang mempunyai id twitter @jbdkDIY dan juga seorang developer, konten-konten lokal Indonesia ternyata telah dibuat dan diakui sebagai mobile content developer dari negara lain. Contohnya, wayang. Wayang merupakan produk asli Indoensia dan merupakan bagian dari budaya Indonesia, tetapi di mobile content, diakui sebagai content dari Belanda. Fakta yang memprihatinkan bukan. Batik yang diakui UNESCO sebagai kekayaan budaya Indonesia juga diakui sebagai content oleh orang asing.
Mengapa kekayaan konten lokal Indonesia banyak yang diakui sebagai content oleh orang asing? Fakta menunjukkan bahwa orang Indonesia selama ini hanya sebagai pemakai atau konsumen dari konten, sedangkan mereka yang menjadi developer konten hanya segelintir saja. Berbanding Terbalik dengan India. Pengguna gadget disana biasa-biasa saja, tetapi memiliki developer yang relatif lebih banyak dari pada Indonesia. Dari fakta ini, terbuka peluang bagi mereka yang ingin masuk dalam bisnis konten.
Acara Rotifresh kali ini merupakan edisi back to campus. Acara yang berlangsung di ruang seminar kampus UNISBANK ini juga menghadirkan pembicara dari komunitas @IDberry, diwakili oleh Om Deddy. Kalau yang disampaikan pembicara pertama, kita dibuat prihatin, pembicara dari IDberry membuat kita jadi bangga. Pasalnya, komunitas blackberry Indonesia ini hasil karyanya yang berupa themes telah diakui sebuah perusahaan otomotif terkenal di dunia, yaitu Mercedes Benz. Pengakuan ini berupa kerjasama diantara keduanya. Tidak cuma itu, IDBerry juga merupakan penyelenggara kompetisi #BBThemes terbesar di dunia. Themes buatan IDBerry juga pernah menjadi top download di app store. Sangat membanggakan bukan.
Fakta bahwa masih sedikit developer untuk mobile content dan konsumen gadget di Indonesia sangat besar merupakan peluang bagi developer, baik yang udah profesional maupun pemula untuk terjun di bidang mobile content ini. Jadi, perkembangan mobile content akan terus berkembang dan prospeknya sangat cerah. Apalagi kedepannya, perkembangan bisnis dan aktivitas pekerjaan sehari-hari mengarah ke mobile.
Menurut Mas Sony, untuk menjadi developer mobile content tidak perlu menguasai seluruh software pemprograman, cukup dengan paham program flash, menggunakan tool openplug dan adobe cs 5, kita sudah bisa membuat aplikasi mobile content. Tunggu apa lagi, ayo segera dimulai.
Posted on 2 Februari 2012, in berita and tagged aplikasi, content, developer, gadget, indonesia, mobile, mobileSMG, RotiFreSh, semarang, unisbank. Bookmark the permalink. Tinggalkan sebuah Komentar.











Tinggalkan sebuah Komentar
Komentar (1)