Arsip Kategori: politik
Mencontrengkah kamu?
Garing banget pemilu tahun ini. Walaupun hari kamis nanti adalah hari pemilihan umum ( pemilu ) untuk memilih wakil rakyat, benarkah mewakili rakyat??? yang pasti tidak ada greget sama sekali, apakah karena tidak ada partisipasi masyarakat? yang masa bodoh dengan pemilu. Ataukah karena jumlah partai yang terlalu banyak sehingga massa pendukung terbagi menjadi bagian-bagian kecil. Yang mana menurut kalian?
Ada perubahan dalam pemilu kali ini, selain partai yang berpartisipasi semakin banyak, ada perubahan dari mencoblos menjadi mencontreng. Ada seorang kakek-kakek bertanya “mencontreng itu apa?”. Aku jelaskan bla…bla…bla… Kakeknya bilang “aku tidak bisa menulis gus, ntar pegang alat tulisnya bagaimana?” Aku pikir…iya..ya, bagaimana orang yang tidak bisa menulis dan membaca harus mencontreng? ditambah lagi banyaknya partai, semakin bikin pusing. Pemilih yang tidak bisa membaca dan menulis inilah yang bisa dimanipulari.
Kembali ke pemilu yang garing, pemilu kali ini tidak semeriah waktu yang lalu, yang meriah hanyalah poster2, baliho, panduk para calon dewan. Tampaknya masyarakat sudah mulai sadar, dari pemilu yang dulu ke pemilu kini, masyarakat telah dibohongi dengan janji-janji palsu. Buat apa memilih kalau wakil yang mereka pilih tidak memihak mereka. Cerita temenku, di kampungnya ada seorang warga yang mencalonkan jadi anggota dewan, ketika itu orang yang nyalon itu berjanji untuk memperjuangkan aspirasi warga, kala itu keinginan warga adalah perbaikan jalan kampung. Tapiii…setelah orang yang nyalon tadi bener-bener jadi anggota dewan, orang tersebut tidak nampak lagi batang hidungnya. Masih banyak lagi cerita tentang kekecewaan masyarakat, tapi males ah nulisnya…
Mencontrengkah kamu besok kamis?
Kalau aku…MEMILIH…
…
…
…
…
…
…
UNTUK TIDAK MEMILIH
Mungkin suatu hari nanti kalau wakil rakyat royal pada rakyat, benar-benar menjadi corong rakyat. Jika jumlah partai yang ikut pemilu hanya beberapa saja, sehingga tidak terlalu menghamburkan banyak uang. Aku akan memilih.
Mencontrengkah kamu? itu hak asasimu










