Arsip Blog

Fungsi Jalan Raya

Jalan raya sejatinya adalah tempat atau media berkendara semua orang menuju tempat yang diinginkan. Dalam berkendara di jalan raya ada aturan-aturan yang harus dipatuhi, yang disebut dengan rambu-rambu lalu lintas. Selain ada rambu-rambu lalu lintas, ada juga aturan yang tidak tertulis ketika berkendara di jalan raya, yaitu etika berkendara. Read the rest of this entry

Kota Sejuta Lubang di Jalan Raya

Entah hanya Semarang saja atau ada kota lain yang punya kasus sama, yang aku tahu Semarang adalah kota dengan banyak lubang di jalan raya. Makanya saya sebut sebagai ‘kota dengan sejuta lubang di jalan raya’. Apakah lubangnya ada seribu? kalau tidak percaya hitung sendiri. Setiap ruas jalan raya di Semarang pasti ada bagian yang berlubang. Tidak perduli apakah itu jalan protokol atau jalan kampung. Semua ada lubangnya. Kalau tidak lubang, ya gundukan-gundukan tidak mulus alias gronjal-gronjal

jalan berlubangKenapa ya kok jalan bisa berlubang? padahal kan bukan jalan dari tanah saja tapi sudah ditumpuki batu-batu dan diperhalus dengan aspal. Ada beberapa penyebab yang dibenarkan banyak orang. Pertama, kelas jalan. Jalan yang sebetulnya hanya diperuntukkan untuk kendaraan dalam bentuk apapun dengan berat kurang dari satu ons..eh salah, satu ton maksudnya. Tapi tronton-tronton dengan muatan lima ton lewat juga, ya…jadinya…gitu deh. Jalan rusak dan akhirnya berlubang-lubang. Kedua, karena adanya kambing hitam. Dan kambing hitamnya adalah air hujan, air rob, air banjir, dan air-air lain, yang sengaja atau tidak sengaja ditumpahkan ke jalan. Kalau airnya cuma lewat mungkin tidak akan menyebabkan kerusakan aspal. Tapi kalau airnya menggenangi jalan dan ngendon disitu berhari-hari lamanya, maka jalan pun jadi berlubang. Karena ternyata kelemahan aspal adalah air.
Segala macam air yang tersebut di atas dikambing hitamkan karena seharusnya masuk selokan kok malah menggenangi jalan. Yang salah siapa hayo???

Ujung-ujungnya berimbas pada ketidaknyamanan di jalan raya. Pelek motor ato mobil cepat rusak lah, sockbreaker juga cepat rusak, harus sering cuci motor karena kena air genangan yang muncrat, dll.

Lalu solusinya bagaimana?
Sayang sekali saya tidak bisa memberikan solusi, saya hanya bisa menghimbau hati-hati dijalan dan WASPADALAH..!!! jangan sampai terperosok lubang.
Untuk solusi coba tanya pemerintah yang bergoyang *loh…

Percakapan Dua Pohon

vignet percakapan dua pohon
Percakapan antara pohon tua dan pohon muda
“Selamat dating di tempat yang paling kejam” kata pohon tua menyambut pohon muda yang baru datang.
“Terima kasih” sahut pohon muda.
“Bagaimana rasanya tinggal di sini?” pohon muda bertanya.
“Sakit! Kejam! Tidak berperasaan!” kata pohon tua menunduk lesu *emang phon bisa menunduk lesu?* “bagaimana tidak! Aku di sini sendirian di kepung udara polusi. Badanku jadi jelek, item dan kusut ini juga karena polusi asap knalpot kendaraan manusia yang terkutuk. Read the rest of this entry

Kemacetan di Simpang Jalan

maceeeetKemacetan yang ingin aku ceritakan ini adalah yang terjadi perempatan pasar genuk, jalan wolter mangunsidi kaligawe semarang.
Tiada hari tanpa macet *seperti slogan saja pagi dan sore . Penyebabnya hanya satu, tidak ada yang mau mengalah, semua ingin jalan duluan. Pernah suatu sore, sama sekali tidak ada satu pun kendaraan yang bisa jalan karena kendaraan dari arah kaligawe, pasar genuk, jalan wolter monginsidi dan dari arah kampung saling jejal menjejal, srobot kiri srobot kanan hingga jalan penuh sesak, tidak ada sedikitpun lubang tikus yang bisa dilalui. Entah sampai jam berapa kemacetan berlangsung aku tidak tahu. Aku lebih memilih putar balik ke jalan kaligawe lagi, walaupun jalan kaligawe juga macet tapi masih ada lubang tikus yang bisa dilalui.

Saya kira di tempat-tempat lain yang persimpangannya tidak ada lampu rambu-rambu juga terjadi kejadian seperti di atas, ingin jalan duluan.

Yang jadi pertanyaan dalam hati saya adalah, apakah ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan kedisiplinan berlalu lintas?
Kalau menurut saya, berdasarkan perlihatan sendiri, tidak ada sama sekali hubungan antara tingkat pendidikan dengan kedisiplinan berlalu lintas. Saya sering melihat orang berpakaian necis seperti orang kantoran ato mahasiswa yang main srobot.
Saya kira, kedisiplinan berlalu lintas itu karena faktor kesadaran untuk mematuhi rambu-rambu dan menghargai pengguna jalan lain