Dampak Penurunan Tarif Telekomunikasi

Bisnis telekomunikasi mencatat pertumbuhan yang sangat pesat dalam beberapa tahun ini. Pada tahun 1999 pelanggan seluler sekitar 2,5 juta. Tahun 2004 bertambah menjadi sekitar 20 juta dan pada tahun 2008 ini pelanggan sudah mencapai kurang lebih 90 juta. Sunggug pertumbuhan yang sangat fantastis.

Pertumbuhan yang begitu pesat menandakan komunikasi seluler digemari dan menjadi sangat penting bagi masyarakat.

Entah karena mendengarkan himbauan pemerintah untuk menurunkan tarif komunikasi seluler atau karena motif ekonomi, menurunkan tarif untuk menarik pelanggan sebanyak-banyaknya. Yang pasti, tarif komunikasi seluler telah diturunkan oleh operator. Walaupun sebenarnya tarif tersebut masih bisa diturunkan. Kalau membaca berita koran, majalah, tabloid, atau di media lain, motif menurunkan tarif seluler karena operator ingin meningkatkan loyalitas dan pertumbuhan jumlah pelanggan. Selain itu juga karena adanya persaingan antar operator untuk menarik minat pelanggan maupun calon pelanggan. Ironisnya, pertumbuhan pelanggan tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan. Jaringan sering mengalami gangguan, sulit melakukan panggilan, sering putus ketika menelepon, atau bahkan gangguan saat mengirim dan menerima SMS.

Saat ini, semua lapisan masyarakat telah menikmati layanan telekmunikasi. Tidak terkecuali masyarakat di pedesaan yang bahkan sarana dan prasarana transportasinya belum memadai. Tua, muda dan bahkan anak-anak juga bisa menikmati layanan telekomunikasi. Tradisi berkunjung ke sanak saudara, tetangga, teman, rekan bisnis dan lain-lain telah tergantikan dengan tegur sapa dan menanyakan kabar dengan menggunakan sarana telekomunikasi. Para pengusaha menggunakan sarana telekomunikasi untuk membicarakan bisnis dan kerja sama. Atasan berkoordinasi dengan bawahannya dengan telekomunikasi. Di bidang pendidikan, telekomunikasi untuk menambah pengetahuan melalui internetnya.

Sebagai produk teknologi, telekomunikasi menjelma sebagai satu kebutuhan pokok manusia modern. Telekomunikasi bukan lagi barang mewah. Anak Sekolah Dasar (SD) sekarang sudah mempunyai handphone berkamera dan fitur komplit, temannya yang tidak punya merengek-rengek pada orang tuanya untuk dibelikan handphone seperti milik temannya. Pencari rumput dan pengembala ternak juga sudah memiliki handphone. Itulah sedikit contoh. Yang dulu tidak biasa kini menjadi biasa.

Apakah ini semua adalah dampak dari penurunan tarif telekomunikasi ? Sejujurnya saya katakan, tidak. Semakin banyak orang menggunakan sarana telekomunikasi bukan karena tarif yang murah tapi karena kebutuhan. Kebutuhan jasmani dan rohani. Kebutuhan rohani contohya, orang memiliki sambungan telepon karena ingin menunjukkan kalau dirinya orang berkelas, orang memiliki handphone berfitur canggih dan terbaru karena ingin dianggap selalu mengikuti kecanggihan teknologi dan trend. Kebutuhan jasmani contohnya, orang memasang telepon atau membeli handphone karena memang butuh untuk memudahkan dirinya berkomunikasi dengan keluarga, saudara, teman, tetangga, dan rekan bisnis yang jauh jaraknya.

Turunnya tarif telekomunikasi hanya berpengaruh pada intensitas penggunaan telekomunikasi menjadi meningkat, sementara bertambahnya pengguna telekomunikasi dikarenakan makin murah handphone atau sarana telekomunikasi lain.

Sebenarnya masyarakat malah dibikin bingung mengenai tarif telekomunikasi, khususnya komunikasi via seluler. Faktanya, seseorang bisa memiliki beberapa kartu walaupun dia hanya punya satu handphone. Untuk SMS pakai kartu ini, untuk telepon pakai kartu itu. Jadi kalau operator seluler mengklaim kalau pelanggannya bertambah itu adalah dari pelanggan yang masih bingung mau menggunakan operator yang mana.

Menurut saya, turunnya tarif telekomunikasi tidak menambah jumlah pelanggan, hanya pelanggan lama yang masih coba-coba. Semakin banyak masyarakat menggunakan sarana telekomunikasi adalah karena kebutuhan untuk menunjang kehidupan sosial, ekonomi, pendidikan, teknologi, dan bidang lain-lain yang juga memerlukan telekomunikasi untuk mempermudah urusan dan komunikasi.

About sanji0ne

bukan apa-apa, hanya manusia biasa, yang ingin berbagi dengan sesama

Posted on 27 Desember 2008, in opini and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Berarti cita2 salah satu provider alat komunikasi tercapai “connecting people”

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s