Melatih Kejujuran

vignet

Apakah anda orang yang jujur? Pasti semua akan bilang kalau dirinya adalah orang yang jujur. Tapi hanya sebagaian yang berkata benar, selebihnya berbohong. Menjadi orang yang jujur itu memang sulit. Orang bilang ‘jujur ajur’ kalau bahasa indonesianya ‘jujur hancur’. Apakah pernyataan itu benar? Tidak benar sama sekali. Itu hanya perkataan orang-orang tidak jujur yang merasa kejujurannya akan membawa petaka bagi dia. Kejujuran sebenarnya adalah nilai lebih seseorang untuk mendapatkan kepercayaan dari orang lain, mitra kerja, klien, dll. Lalu bagaimanakah caranya untuk menumbuhkan sifat jujur?

Salah satu hikmah menjalankan puasa adalah melatih kejujuran kita. Puasa itu termasuk ibadah individual, maksudnya ibadah yang hanya dia dan Allah SWT yang tahu. Orang lain bisa dikelabuhi dengan sedikit akting, tapi Allah SWT tidak bisa, karena Dia Maha Tahu. Oleh karena bersifat individu inilah yang menjadikan puasa sebagai ibadah yang melatih kejujuran seseorang. Orang lain tidak tahu apakah dia puasa atau tidak, hanya dia yang tahu. Ketika ditanya apakah dia berpuasa atau tidak dan dia menjawab YA sedangkan sesungguhnya dia tidak puasa, orang akan percaya saja. Kalau kasusnya seperti ini berarti dia tidak jujur. Hanya Allah yang tahu kalau dia tidak jujur sedangkan orang lain tidak tahu.

Kalau saja setiap muslim yang berpuasa memahami betul hikmah puasa untuk melatih kejujuran dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari maka budaya korupsi yang telah mengakar di Indonesia akan langsung hilang tidak berbekas. Korupsi terjadi karena tidak ada orang lain yang tahu, yang tahu hanya dia dan mitra korupsinya. Mari kita coba pada diri kita masing-masing, mengimplementasikan hikmah puasa ini.

Di dalam Islam kejujuran adalah mutlak. Orang yang tidak jujur di sebut munafik. Orang-orang munafik tempatnya nanti diakherat adalah neraka. Bukannya mau menakut-nakuti tapi itu memang kenyataan. Coba tanya Pak Kiai atau ustad terdekat. Pasti mereka akan menjawab, neraka untuk orang munafik. Makanya, selagi masih dalam masa puasa ramadhan mari kita melatih kejujuran kita dengan tidak membohongi orang lain, tidak puasa tapi mengakunya puasa.

About sanji0ne

bukan apa-apa, hanya manusia biasa, yang ingin berbagi dengan sesama

Posted on 3 September 2009, in religius and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. belajarlah jujur mulai dari hal yang terkecil..begitu kata orang bijak..

    aku jujur kacang ijo wae..rasah nggo ketan..xixixiixix…
    salam kenal, bro..😉

    Suka

  2. bukannya berbohong itu boleh “tapi” untuk kebaikan.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s