Percakapan Dua Pohon

vignet percakapan dua pohon
Percakapan antara pohon tua dan pohon muda
“Selamat dating di tempat yang paling kejam” kata pohon tua menyambut pohon muda yang baru datang.
“Terima kasih” sahut pohon muda.
“Bagaimana rasanya tinggal di sini?” pohon muda bertanya.
“Sakit! Kejam! Tidak berperasaan!” kata pohon tua menunduk lesu *emang phon bisa menunduk lesu?* “bagaimana tidak! Aku di sini sendirian di kepung udara polusi. Badanku jadi jelek, item dan kusut ini juga karena polusi asap knalpot kendaraan manusia yang terkutuk. Pertama kali aku di sini, masih putih dan bersih *gubraak…* sekarang jadi begini, aku sendiri sampai tidak mengenali diriku *emmbeeer…*
“Lho!? Kenapa bisa mbah hon dikepung begitu banyak asap polusi?”
“Lihat saja di depanmu itu tho, kendaraan-kendaraan malah jalan pelan-pelan di situ”
“Kan lagi macet”
“Lho kok kamu tahu kalau kendaraan jalannya pelan-pelan itu karena macet?”
“Diberitahu penulis tulisan ini”
*kriuuk*
“Dulu, pertama kali aku di sini, yang lewat di sini masih sangat sedikit. Jadi pekerjaanku membersihkan udara nyante-nyante saja. Masih bisa leyeh-leyeh, udad udut. Setahun kemudian, yang lewat di sini bertambah banyak, setahun kemudian lagi bertambah banyak lagi, dan sekarang, sepertinya jalannya mau jebol. Mungkin kalau kendaraan-kendaraan itu jalannya lancar aku masih bisa mengatasi pekerjaanku. Tapi, karena lalu lintas sering macet, bukan cuma seperti minum obat, pagi siang dan malam, tapi setiap waktu. Polusi yang dihasilkan sangat amat begitu banyak sekali. Jadinya aku keser-keser mengatasi polusi ini. Apalagi aku juga harus berjuang mencari makanan. Aku harus menjulurkan akarku lebih dalam lagi agar mendapatkan air. Pengen tumbang, kok menylahi kodrat, tidak ada sebab akibat. Hujan badai atau angin kencang misalnya”.
Pohon muda manggut-manggut. Gut…gut…gut
“Sebagai tetua yang emang sudah sangat tua. Aku pengen menasihati kamu, le hon. Tole pohon. Tabahkan hatimu, kuatkan mentalmu dan tentu saja kuatkan tubuhmu agar bisa bertahan hidup di sini. Karena pekerjaanmu akan semakin berat nantinya. Itu adalah modal utama seorang pejuang sejati. Kewajibanmu adalah menyediakan udara bersih bagi kehidupan di dunia. Kamu adalah penyelamat kehidupan. Tugas yang sangat mulia. Lebih mulia dari yang mulia di singgasana sana. Merdeka..!!!
kriuukk

About sanji0ne

bukan apa-apa, hanya manusia biasa, yang ingin berbagi dengan sesama

Posted on 1 Oktober 2009, in Asal tulis and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. tulisan ini tiba-tiba aja muncul dalam pikiran, jadi dari pada hilang mending aku posting di sini.
    semoga menambah rasa kepedulian kepada lingkungan

    Suka

  2. tulisan sekilas tapi menunjukkan kepedulian.. asik asik..

    Suka

  3. kita sedang ada diskusi efisiesni kertas di untuk menyelamatkan hutan dan pohon di http://ahnku.wordpress.com/2009/10/11/cintai-lingkungan-dengan-efisisensi-kertas/ berikan sebuah komentar ya…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s