Kota Sejuta Lubang di Jalan Raya

Entah hanya Semarang saja atau ada kota lain yang punya kasus sama, yang aku tahu Semarang adalah kota dengan banyak lubang di jalan raya. Makanya saya sebut sebagai ‘kota dengan sejuta lubang di jalan raya’. Apakah lubangnya ada seribu? kalau tidak percaya hitung sendiri. Setiap ruas jalan raya di Semarang pasti ada bagian yang berlubang. Tidak perduli apakah itu jalan protokol atau jalan kampung. Semua ada lubangnya. Kalau tidak lubang, ya gundukan-gundukan tidak mulus alias gronjal-gronjal

jalan berlubangKenapa ya kok jalan bisa berlubang? padahal kan bukan jalan dari tanah saja tapi sudah ditumpuki batu-batu dan diperhalus dengan aspal. Ada beberapa penyebab yang dibenarkan banyak orang. Pertama, kelas jalan. Jalan yang sebetulnya hanya diperuntukkan untuk kendaraan dalam bentuk apapun dengan berat kurang dari satu ons..eh salah, satu ton maksudnya. Tapi tronton-tronton dengan muatan lima ton lewat juga, ya…jadinya…gitu deh. Jalan rusak dan akhirnya berlubang-lubang. Kedua, karena adanya kambing hitam. Dan kambing hitamnya adalah air hujan, air rob, air banjir, dan air-air lain, yang sengaja atau tidak sengaja ditumpahkan ke jalan. Kalau airnya cuma lewat mungkin tidak akan menyebabkan kerusakan aspal. Tapi kalau airnya menggenangi jalan dan ngendon disitu berhari-hari lamanya, maka jalan pun jadi berlubang. Karena ternyata kelemahan aspal adalah air.
Segala macam air yang tersebut di atas dikambing hitamkan karena seharusnya masuk selokan kok malah menggenangi jalan. Yang salah siapa hayo???

Ujung-ujungnya berimbas pada ketidaknyamanan di jalan raya. Pelek motor ato mobil cepat rusak lah, sockbreaker juga cepat rusak, harus sering cuci motor karena kena air genangan yang muncrat, dll.

Lalu solusinya bagaimana?
Sayang sekali saya tidak bisa memberikan solusi, saya hanya bisa menghimbau hati-hati dijalan dan WASPADALAH..!!! jangan sampai terperosok lubang.
Untuk solusi coba tanya pemerintah yang bergoyang *loh…

About sanji0ne

bukan apa-apa, hanya manusia biasa, yang ingin berbagi dengan sesama

Posted on 27 Mei 2010, in Asal tulis and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. ndak sewu tenan?
    *moh ngitung*

    Suka

  2. kiwil @ sejuta wil…bukan sewu..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s