Kesadaran Menggunakan Bank Syariah

Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan bank syariah dengan menggunakan tiga skenario, yaitu skenario pesimistis, moderat, dan optimistis. Skenario pesimistis memperkirakan bank syariah akan tumbuh 26 persen, ini didasarkan karena krisis global yang baru pada masa recovery, kemudian karena faktor edukasi yang masih belum berhasil menggugah nasabah untuk menggunakan produk syariah. Skenario moderat memperkirakan pertumbuhan bank syariah 43 persen. Hal ini didasarkan adanya pendirian bank syariah baru, dan atau pemodal menginvestasikan modalnya pada bank syariah. Skenario Ketiga yaitu skenario optimistis, skenario ini memperkirakan pertumbuhan bank syariah mencapai 81 persen. Hal ini didasarkan selain faktor pada skenario moderat juga karena adanya kebijakan pemerintah dan bank indonesia yang ingin mengembangkan bank syariah.

Dari ketiga skenario di atas yang paling realistis adalah skenario pesimistis karena kenyataan di lapangan memang persentasenya cuma sebesar itu, dan itu wajar. Perkembangan bank syariah sangat banyak dipengaruhi oleh kesadaran masyarakat untuk menggunakan transaksi yang berbasis syariah atau sesuai tuntunan agama islam. Sebagian besar penduduk Indonesia adalah pemeluk agama islam, tapi sampai sekarang prosentase aset bank syariah bila dibandingkan dengan bank konvensional masih kalah jauh.

Mengapa hal ini terjadi ? Bila dibandingkan prosentase jumlah penduduk, seharusnya aset bank syariah minimal sebesar bank konvensional. Tapi kenyataannya kuantitas dan kualitas bank syariah masih kalah jauh dengan bank konvensional.
Seperti yang saya bilang di atas. Faktor kesadaran adalah akar masalahnya. Kesadaran umat islam untuk menjalankan transaksi sesuai syariah islam masih kurang. Islam selama ini dipahami dan dilaksanakan hanya rukun islam yang lima. Syariah islam tentang bermasyarakat, jual-beli, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan pergaulan dengan sesama belum diamalkan dan bahkan mereka malah tidak tahu ada syariah tentang hal-hal tersebut. Masyarakat di tempatku mungkin sebagian besar tidak tahu tentang syariah islam selain rukun islam yang lima, hanya guru-guru mengaji saja yang tahu teori tentang syariah lain selain rukun islam yang lima.

Jadi untuk menumbuhkan kesadaran tentang menggunakan transaksi perbankan syariah perlu adanya semacam pengajian atau pendidikan pada masyarakat agar mereka tahu tentang hukum. Penyuluhan pihak yang berkompeten di bidang perbankan syariah dilakukan melalui pengajian-pengajian di kampung. Atau bisa juga para guru pengaji dan pemuka agama diberikan penyuluhan atau penataran tentang perbankan syariah, yang nantinya mereka akan menyampaikan pengajaran lewat pengajian. Dulu program Keluarga Berencana (KB) bisa berhasil juga karena peran serta pemuka agama. Semoga saja dengan adanya peran pemuka agama masyarakat jadi tahu tentang perbankan yang islami dan akhirnya mereka sadar untuk menggunakan transaksi yang berbasis syariah, yaitu bank syariah.

tulisan sejenis tentang bank syariah

About sanji0ne

bukan apa-apa, hanya manusia biasa, yang ingin berbagi dengan sesama

Posted on 28 Juli 2010, in opini and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Hello admin – That is surely the superb looking for blog I have seen. It had been completely easy to comprehend and it had been easy to look with the data which i wanted. Great net design and helpful content material!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s