Rumahku Banyak Tikus

Ya…rumahku banyak tikusnya. dari mulai tikus kelas rendah, tikus yang hidupnya di tanah maksudnya. Orang biasanya menyebut tikus got. Kalau ditempatku dinamai ‘werok’. Sampai tikus kelas atas, maksudnya tikus yang hidupnya di atas, di atap rumah.
Tikus-tikus itu ada dimana-mana. Populasinya lebih besar daripada penghuni rumah aslinya. Bisa dikatakan rumahku adalah rumah tikus. Mereka membuat rumah di dalam rumahku. tikus tanah membuat rumah di tanah yang tepat dibawah rumahku. Mereka menggali tanah dari luar sampai tanah dibawah. sehingga banyak disekitar pondasi keliling rumahku lubang-lubang tikus. Sedangkan tikus atap mereka membuat rumah di sambungan pilar-pilar rumahku. entah dari mana mereka juga punya sarang, mungkin kertas-kertas yang tertumpuk di almari mereka ambil untuk membuat sarang.

Tikus-tikus tidak hanya bertempat tinggal dan membuat sarang di rumahku. Mereka juga mencuri makanan-makanan yang ada di rumahku. Jika lengah, makanan di rumahku bisa habis dimakan tikus-tikus keparat itu. Mereka mencuri makanan saat penghuni rumah lengah, makanan ditinggalkan dalam keadaan terbuka. Atau saat malam hari ketika semua penghuni rumah terlelap tidur. Mereka sangat ahli dalam mencuri karena aksi pemcurian mereka tidak pernah sekalipun ketahuan. Pernah sih saya sekali memergoki mereka mencuri tapi dengan cepat mereka menyadari keberadaanku. Dengan tangkas mereka langsung bersembunyi dibalik carut sengkarut peralatan rumahku. Peralatan yang berantakan di rumahku itu rupanya ikut membantu tikus-tikus itu terbebas dari incaran tongkat yang siap melayang jika tikus itu kelihatan.

Mungkin aku harus menata rumahku biar lebih rapi, tidak ada lagi peralatan dan kotoran yang berserakan dimana saja. Sehingga saya bisa menangkap tikus-tikus jahanam tersebut. Kedua, mungkin aku harus menaruh makanan-makananku di tempat yang lebih terang karena kalau ditaruh ditempat yang gelap saya tidak bisa mengawasi apakah ada tikus yang berusaha untuk mencuri makananaku, selain itu tikus juga sangat suka tempat-tempat yang gelap karena dengan demikian aksi-aksinya tidak akan ketahuan. Ketiga, mungkin aku harus menutup makananku lebih rapat agar baunya tidak tercium oleh tikus-tikus brengsek. Keempat, mungkin aku harus membuat pondasi yang lebih dalam agar mereka tidak bisa menyusup masuk ke rumahku. Terakhir, mati adalah hukuman yang paling tepat untuk tikus-tikus itu, dan racun tikus adalah hukum yang tepat untuk tikus-tikus itu.

Tulisan di atas bukanlah curhat tapi sebuah perumpamaan. Saya persembahkan untuk memperingati kemerdekaan RI ke-65

logo HUT RI

About sanji0ne

bukan apa-apa, hanya manusia biasa, yang ingin berbagi dengan sesama

Posted on 17 Agustus 2010, in Asal tulis and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. menyapa sahabat untuk mengucapkan ” selamat menjalankan ibadah puasa”

    Suka

  2. @adi isa : terima kasih, selamat menjalankan ibadah puasa juga

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s