Variasi Harga Untuk Atasi Pembajakan

Melanjutkan tulisan saya sebelumnya tentang mengatasi pembajakan, kali ini saya ingin membahas secara lebih spesifik tentang harga sebuah produk yang divariasikan sesuai dengan golongan masyarakat. Contoh nyata untuk produk yang divariasikan harganya yang saya tahu adalah produk majalah komputer, tidak perlu saya sebutkan namanya. Produk yang saya contohkan tersebut ada dua variasi harga, yaitu harga ekonomis dan harga standar. Harga ekonomis diperuntukkan bagi mereka yang mempunyai kantong cekak, sedang yang harga standar diperuntukkan bagi mereka yang punyai uang lebih. dari segi isi, majalah harga ekonomis dan harga standar isinya sama. Yang membedakan adalah kualitas kertas dan kuantitas bonus yang ada pada majalah tersebut.

Jika variasi harga yang saya contohkan di atas diterapkan pada produk lain, kemungkinan bisa mengurangi pembajakan. Bagaimana tidak jika produk asli ada harga yang lebih murah kenapa harus membeli bajakan. Tapi variasi harga ini bisa terealisasi jika ada niat dari produsen prmbuat produk. Jika produsen asli tidak bisa membuat produk yang lebih ekonomis mereka bisa bekerja sama dengan produsen lain, mungkin produsen produk bajakan. Daripada mereka membuat produk bajakan, kan lebih baik diajak kerjasama produsen asli untuk memproduksi produk dengan harga yang lebih ekonomis. Tapi kerjasama produsen asli atau produsen besar dengan produsen bajakan atau produsen kecil ini tidak akan bisa terjadi jika produsen asli atau produsen besar masih berpandangan bila kerjasama itu terjadi akan mengurangi pendapatan mereka. Hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi jika produsen asli atau produsen besar tersebut memandang dari sisi lain yaitu bahwa setiap produk menciptakan pasarnya sendiri.

Berdasarkan tips-tips bisnis yang saya dengar dan saya baca, ada beberapa poin yang mungkin bisa menjadi referensi untuk menciptakan variasi harga sebuah produk :
– setiap produk menciptakan pasarnya sendiri
– setiap konsumen mempunyai ego sendiri-sendiri
Setiap produk menciptakan pasarnya sendiri artinya sebuah produk tertentu akan diburu konsumen tertentu pula. Contohnya orang kaya akan lebih memilih membeli mobil daripada membeli motor, sebaliknya orang pas-pasan akan lebih memilih membeli motor daripada membeli mobil yang sangat sulit untuk dijangkau olehnya. Harga adalah salah satu alasan prioritas konsumen dalam membeli sebuah produk.

Setiap konsumen mempunyai ego sendiri-sendiri. Orang kaya egonya berbeda dengan ego orang miskin. Orang kaya tentu akan membeli sebuah produk jika produk tersebut berkualitas, berkelas, bermerek, dan harganya mahal. Sedangkan orang miskin keputusan dalam membeli sebuah produk akan berbeda penilaiannya.

Demikian pendapat saya tentang cara mengatasi pembajakan dengan melakukan variasi harga pada sebuah produk. Setuju atau tidak dengan pendapat saya, atau mungkin anda punya cara lain untuk mengatasi pembajakan, silahkan beri komentar

catatan :

sumber gambar : kompas.com, katanakirei

Saya menggunakan gambar luffy dan kawan-kawan karena, si luffy tu pengen jadi raja bajak lain, hubungannya dengan pembajakan : karena indonesia adalah salah satu negara urutas teratas dalam hal pembajakan. *asal menyambungkan*

About sanji0ne

bukan apa-apa, hanya manusia biasa, yang ingin berbagi dengan sesama

Posted on 5 Desember 2010, in opini and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s