Rantai Korupsi Tak Berujung

rantai korupsiKorupsi secara bahasa berarti penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara atau perusahaan untuk kepentingan pribadi. Sejak berdirinya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sampai hari ini, korupsi masih tetap berlangsung. KPK ini sepertinya hanya seperti operasi polisi di jalan raya, yang tertangkap adalah mereka yang tidak beruntung karena melewati jalan yang sedang ada operasi. Sedangkan yang tidak lewat jalan tersebut, bebas melenggang.

Korupsi telah menjadi budaya. Mulanya korupsi hanyalah sebuah biji yang terbuang di tanah. Tidak pernah di duga sebelumnya. Biji korupsi tersebut kemudian tumbuh menjadi pohon kecil. Seiring dengan pertumbuhan pohon korupsi ini, akarnya semakin banyak dan membesar, menancap lebih dalam ke dalam perut bumi.
Sekarang, pohon korupsi telah menjadi pohon yang sangat besar, dan telah menghasilkan ribuan benih yang menyebar menciptakan pohon-pohon korupsi baru. Perlu usaha ekstra keras untuk merobohkan induk pohon korupsi yang sangat besar tersebut.

relasi korupsiKorupsi tidak bisa berdiri sendiri. Korupsi hanya bisa dilakukan jika ada relasi. Keterkaitan antara pelaku korupsi dengan relasinya ini kemudian membentuk sebuah rantai yang saling kait mengait. Kaitan rantai korupsi ini akan semakin banyak dan memanjang manakala kuantitas nilai korupsi semakin besar. Rantai korupsi ini akan terus memanjang jika tidak ada yang menghalangi. Dihalangi pun akan masih bisa, dengan menyambung ujung rantai yang lain. Korupsi hanya bisa berhenti jika kedua ujung rantai korupsi ini dihalangi. Maksud dari kalimat di atas adalah pemberi dan penerima harus dihalangi. Pemberi adalah mereka yang ingin memudahkan suatu urusan, atau memenangkan suatu manfaat ekonomi. Sedangkan penerima adalah mereka para pejabat yang merasa masih kekurangan.

Korupsi telah menjadi sebuah rantai yang sangat panjat, dan tidak berujung. Karena sangat panjang membuat usaha untuk menghalangi rantai korupsi lebih memanjang lagi sangat sulit untuk dilakukan. Diperlukan kesabaran untuk menyusuri rantai korupsi. Diperlukan sangat banyak partisipan untuk membantu menghalangi korupsi semakin panjang rantai korupsinya.

Tulisan saya ini sebagai partisipasi peringatan hari anti korupsi yang jatuh pada tanggal 9 desember. Tidak ada kata terlambat untuk pemberantasan korupsi. Ukir dalam jiwamu bahwa korupsi adalah penyakit dan sebuah kejahatan. tanamkan jiwa anti korupsi sejak dini.

sumber gambar : toonpool , ferbriansyahblog

About sanji0ne

bukan apa-apa, hanya manusia biasa, yang ingin berbagi dengan sesama

Posted on 13 Desember 2010, in opini and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Korupsi berawal dari rasa tamak,, trims mas buat artikelnya…

    – Rizal –

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s