Anak Indonesia dan Pendidikan

anak indonesia dalam tekananHari ini adalah bertepatan dengan hari anak nasional. Bicara tentang anak Indonesia, kita tidak bisa lepas dengan yang namanya pendidikan. Entah itu berkaitan dengan kesempatan mendapatkan pendidikan yang kurang sehingga masih banyak anak usia sekolah belum mengenyam pendidikan dasar sesuai yang diamanatkan oleh undang-undang. Memang…pendidikan dasar sekarang sudah gratis, tapi kebutuhan pendidikan anak itu bukan cuma bayar SPP dan uang gedung, tapi ada kebutuhan lain seperti alat tulis, transportasi, pakaian, sepatu, dll. Sehingga orang tua yang tak mampu memenuhi kebutuhan sekunder sekolah itu lebih memilih juga untuk tidak menyekolahkan anaknya.Masalah tentang pendidikan anak tidak sampai disitu saja, setelah menempuh pendidikan ada masalah yang saya rasa cukup serius. Kita tentu pernah mendengar berita di media masa. Contoh yang paling heboh adalah kasus mencontek massal yang dilakukan siswa di sebuah sekolah dasar di jawa timur. Kenapa kasus mencontek massal itu bisa terjadi? tidak lain karena tuntutan agar bisa lulus ujian dengan nilai minimal yang dipersyaratkan.

Mengapa untuk lulus sekolah harus memenuhi nilai minimal kelulusan? Alasannya adalah untuk meningkatkan standar intelektual. Tujuan pendidikan nasional berdasarkan UU no 20 tahun 2003 pasal 3 adalah :

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab

hhmm…kalau membaca undang-undang di atas, sepertinya bukan cuma intelektual dan kecerdasan yang menjadi tujuan utama pendidikan. Trus dikemanakan tujuan lain dari pendidikan nasional tersebut. Malahan, untuk mencapai standar nilai minimal ini menginjak-nginjak tujuan pendidikan yaitu beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab. Bagaimana tidak, untuk memperoleh nilai yang memenuhi syarat minimal mereka (siswa)Β  melakukan tindakan yang tidak terpuji dengan mencontek atau mencari bocoran soal.

Ya, mungkin itu hanya dilakukan oleh beberapa oknum siswa. Semoga saja benar. Jika ternyata tindakan itu dilakukan oleh sebagian besar siswa di negeri ini bagaimana? Yang terjadi bukannya peningkatan kecerdasan dan intelektual, tetapi degradasi moral dan kebohongan nasional. Untuk memperoleh nilai menghalalkan segala cara.

Jika siswa melakukan hal tersebut itu saya kira bukan salah mereka karena itu tuntutan pendidikan dan orang tua. Tuntutan pendidikan karena mereka harus lulus, gak mungkin kan mengulang terus hanya untuk lulus. Tuntutan orang tua karena orang tua tentu akan malu jika anaknya sampai tidak lulus sekolah.

Saya kira pendidikan nasional adalah isu nasional yang harus dibicarakan bersama untuk mencari solusi terbaik. Bagaimana seharusnya pendidikan nasional. Mungkinkah kelulusan tidak diukur dari nilai akademik? atau adakah solusi yang lebih memberikan win win solution, sehingga semua tujuan pendidikan nasional tercapai. Siswa selain meningkat intelektualnya juga beriman bertakwa, dan bertanggung jawab.

Kalau sistem pendidikan nasional tidak segera dibenahi, bisa jadi korupsi tidak akan ada habisnya, korupsi akan tetap ada walaupun KPK telah memberantas. Lho !? emang ada hubungan apa antara korupsi dengan pendidikan nasional. Percaya atau tidak, budaya korupsi mulai ditumbuhkan ketika kita masih di bangku sekolah. Contohnya adalah mencontek ketika ujian atau titip absen ketika kuliah, yang merupakan budaya buruk yang sengaja atau tidak terbawa seseorang ketika sudah menjadi pejabat.

Harapanku di hari anak nasional ini, semoga pemerintah dan orang tua dapat memanusiakan anak indonesia. Mereka adalah anak yang mempunyai kelebihan dan juga kelemahan. Janganlah memaksakan sesuatu yang diluar kemampuannya. Janganlah mengeksploitasi mereka hanya untuk kepuasan gengsi (intelektualitas) kalian. Mereka berhak atas masa depan mereka sendiri. Sebagai pemerintah dan orang tua hanyalah bisa mengarahkan tetapi tidak memaksa mereka untuk mencapai sesuatu di luar kemampuan mereka.

Selamat hari anak Indonesia !

About sanji0ne

bukan apa-apa, hanya manusia biasa, yang ingin berbagi dengan sesama

Posted on 22 Juli 2011, in opini and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. kukuh budiharso

    bagus artikelnya………… salam kenal http://budiharso.wordpress.com

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s