Saat Diharapkan Mengecewakan

https://i0.wp.com/farm9.staticflickr.com/8206/8235409570_d109fce25a.jpg

Itulah timnas sepakbola Indonesia kita. Masih ingat kejadian 2 tahun yang lalu di piala AFF, ketika bertemu malaysia di final, masyarakat Indonesia sangat berharap timnas sepakbola kita bisa juara di negeri sendiri. Tetapi harapan tinggal harapan, timnas sepakbola Indonesia jadi melempem di final. Padahal, saat perjalanan menuju final, timnas Indonesia tampil begitu apik dan dominan, tetapi pas final menjadi antiklimak. Ujung-ujungnya, timnas kita dipecundangi di rumah sendiri.

Begitu juga dengan gelaran piala AFF kali ini, ketika melawan Laos tampil kurang meyakinkan, kemudian saat lawan Singapura menjadi lebih baik. Harapan pun kemudian muncul, timnas Indonesia bisa lolos ke babak berikutnya, minimal harus bermain seri dengan Malaysia. Sejarah terulang, saat harapan digantungkan, timnas kita tidak mampu menahan beban itu, dan akhirnya tersungkur. Kalah 2-0 atas Malaysia. Di saat yang bersamaan, Singapura mencukur Laos 2-0. Itu berarti timnas Indonesia harus angkat koper lebih awal. Mungkin kali inilah timnas Indonesia harus angkat koper lebih awal. Pada kejuaraan-kejuaraan sebelumnya ketika masih bernama piala Tiger, Indonesia minimal bisa masuk semifinal.

Kegagalan untuk kesekian kali ini, ada yang bilang karena timnas kita bukanlah timnas yang terbaik. Pemain-pemain yang dibawa adalah pemain-pemain muka baru yang diambil hanya dari satu kompetisi yang ada di negeri ini. Harusnya memang hanya ada satu kompetisi. Tetapi ini Indonesia, ego pengurus ikut bermain di sepakbola. Jadinya, ada dua kompetisi di sepakbola Indonesia, dan sampai sekarang belum ada solusi yang disepakati untuk melebur menjadi satu kompetisi lagi. Ego mengalahkan peningkatan prestasi.

Konon katanya, ego dua orang ini yang merusak sepakbola negeri ini, yaitu bak** dan ari*** panig***. Mereka berdualah yang menyebabkan kompetisi di negeri ini terbelah menjadi dua. Katanya.

Semoga, kegagalan untuk kesekian kalinya ini bisa menyadarkan pengurus dan pengambil keputusan sepakbola negeri ini untuk bersatu mengangkap prestasi sepakbola negeri ini, yang sudah lama mendambakan menjadi juara. Ya… Minimal juara Asia Tenggara. Semoga

 

About sanji0ne

bukan apa-apa, hanya manusia biasa, yang ingin berbagi dengan sesama

Posted on 1 Desember 2012, in Catatan and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s