Arsip Blog

Anugrah Kemerdekaan Jangan Sia-siakan

logo kemerdekaan RI 66Saya sebut anugrah karena kemerdekaan yang kita raih ini pertolongan Tuhan Yang Maha Esa. Hal mengenai ini juga diakui dalam pembukaan UUD 1945 yang berbunyii :

“Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”

Read the rest of this entry

Rumahku Banyak Tikus

Ya…rumahku banyak tikusnya. dari mulai tikus kelas rendah, tikus yang hidupnya di tanah maksudnya. Orang biasanya menyebut tikus got. Kalau ditempatku dinamai ‘werok’. Sampai tikus kelas atas, maksudnya tikus yang hidupnya di atas, di atap rumah.
Tikus-tikus itu ada dimana-mana. Populasinya lebih besar daripada penghuni rumah aslinya. Bisa dikatakan rumahku adalah rumah tikus. Mereka membuat rumah di dalam rumahku. tikus tanah membuat rumah di tanah yang tepat dibawah rumahku. Mereka menggali tanah dari luar sampai tanah dibawah. sehingga banyak disekitar pondasi keliling rumahku lubang-lubang tikus. Sedangkan tikus atap mereka membuat rumah di sambungan pilar-pilar rumahku. entah dari mana mereka juga punya sarang, mungkin kertas-kertas yang tertumpuk di almari mereka ambil untuk membuat sarang.

Tikus-tikus tidak hanya bertempat tinggal dan membuat sarang di rumahku. Mereka juga mencuri makanan-makanan yang ada di rumahku. Jika lengah, makanan di rumahku bisa habis dimakan tikus-tikus keparat itu. Mereka mencuri makanan saat penghuni rumah lengah, makanan ditinggalkan dalam keadaan terbuka. Atau saat malam hari ketika semua penghuni rumah terlelap tidur. Mereka sangat ahli dalam mencuri karena aksi pemcurian mereka tidak pernah sekalipun ketahuan. Pernah sih saya sekali memergoki mereka mencuri tapi dengan cepat mereka menyadari keberadaanku. Dengan tangkas mereka langsung bersembunyi dibalik carut sengkarut peralatan rumahku. Peralatan yang berantakan di rumahku itu rupanya ikut membantu tikus-tikus itu terbebas dari incaran tongkat yang siap melayang jika tikus itu kelihatan.

Mungkin aku harus menata rumahku biar lebih rapi, tidak ada lagi peralatan dan kotoran yang berserakan dimana saja. Sehingga saya bisa menangkap tikus-tikus jahanam tersebut. Kedua, mungkin aku harus menaruh makanan-makananku di tempat yang lebih terang karena kalau ditaruh ditempat yang gelap saya tidak bisa mengawasi apakah ada tikus yang berusaha untuk mencuri makananaku, selain itu tikus juga sangat suka tempat-tempat yang gelap karena dengan demikian aksi-aksinya tidak akan ketahuan. Ketiga, mungkin aku harus menutup makananku lebih rapat agar baunya tidak tercium oleh tikus-tikus brengsek. Keempat, mungkin aku harus membuat pondasi yang lebih dalam agar mereka tidak bisa menyusup masuk ke rumahku. Terakhir, mati adalah hukuman yang paling tepat untuk tikus-tikus itu, dan racun tikus adalah hukum yang tepat untuk tikus-tikus itu.

Tulisan di atas bukanlah curhat tapi sebuah perumpamaan. Saya persembahkan untuk memperingati kemerdekaan RI ke-65

logo HUT RI

Kemerdekaan RI dan Ramadan

teks proklamasi
Apakah hubungannya antara kemerdekaan RI dengan Ramadan. Kalau dilihat arti secara kata tidak ada hubungannya. Kemerdekaan RI (Republik Indonesia – cuma mengingatkan jika mungkin lupa kepanjangannya) artinya secara kata adalah Terbebas dari penjajah yang menjajar Indonesia. Sedangkan Ramadan artinya adalah nama bulan yang berdasarkan penanggalan bulan atau penanggalan islam.
pidato presiden soekarno di RRI
Tapi jika kita menghubungkan kemerdekaan RI dengan bulan ramadan maka ada hubungannya karena kemerdekaan RI diproklamirkan saat bulan ramadan.
Tapi saya tidak ingin membahas tentang sejarah. Jika ingin membaca sejarah coba klik link ini.

Saya ingin membahas tentang Kemerdekaan RI dan Ramadan secara independen. Kemerdekaan RI artinya secara harfiah adalah terbebas dari penjajahan asing yang menjajah bangsa indonesia. Sedangkan dari sudut pandang lain banyak sekali pendapat. Bangsa Indonesia dibilang sebenarnya belum merdekalah, salah memaknai kemerdekaanlah, bangsa Indonesia tidak menghargai jasa-jasa pahlawannya lah, dan sebagainya.

Kalau boleh saya berpendapat. Kalau diumpamakan kemerdekaan RI yang diwariskan oleh para pejuang kepada kita itu seperti kita diwarisi sebuah rumah dengan isinya. Warisan itu tentu tidak akan kita jual wong kita hanya punya rumah itu satu-satunya. Lalu apa yang kita lakukan terhadap rumah itu? tidak lain adalah merawatnya. Kalau ada yang perlu direnovasi ya direnovasi, kalau ada yang perlu diganti bagian-bagiannya ya diganti.

Lalu bagaimanakah merenovasi atau mengganti bagian-bagian rumah (kemerdekaan) yang bijak, tentu dengan tidak meninggalkan filosofi dasar dari rumah tersebut. Misalnya dulu rumah tersebut bercorak jawa klasik kemudian dipugar total menjadi rumah gaya amerika. Menurut saya itu sangat tidak bijak. Yang bijak menurut saya merubah boleh lebih menjadi modern tapi filosofi dasar harus tetap kelihatan dari bangunan rumah tersebut. *kelihatannya ngelantur nih*

Sekarang tentang ramadan. Ramadan adalah bulan dimana umat islam yang beriman menjalankan puasa. Mengapa saya menyebut umat islam yang beriman karena di ayat yang menjadi dasar hukumnya menyatakan demikian. Jadi hanya umat islam yang beriman diwajibkan untuk berpuasa.

Puasa bukan sekedar menahan dari makan dan minum tapi juga menahan dari segala hawa nafsu. Puasa adalah hubungan personal antara Allah SWT dengan umatnya. Jadi hanya Allah saja yang tahu umatnya sebenarnya berpuasa atau tidak, dan pahalanya pun langsung yang menentukan adalah Allah SWT.

Kemerdekaan RI dengan ramadan punya kesamaan dalam hal hikmah. Jika kemedekaan RI adalah saat dimana kita merdeka dan dengan kemerdekaan itu bagaimana kita meningkatkan rasa patriotisme. Sedangkan ramadan adalah bulan dimana kita seharusnya meningkatkan keimanan kita. Hahahaha….ternyata kesamaannya cuma kata meningkatkan…

ya sudahlah…Selamat! hari ini kita masih tetap merdeka. Selamat! hari ini saya masih diberikan kesempatan untuk berpuasa