Arsip Blog

Semarang Setara

tugu mudaJudul di atas adalah slogan terbaru kota semarang yang diperkenalkan awal bulan agustus lalu yaitu pada hari rabu tanggal 5 Agustus 2010.

Plt. Sekda dalam laporannya mengungkapkan bahwa terselenggaranya launching slogan “Waktunya Semarang Setara” tersebut merupakan bentuk dari komitmen dan tekad Walikota terpilih yang dilantik 19 Juli lalu untuk membawa Semarang lebih baik, bersih, indah, dan maju.

Jadi sepertinya selama ini Semarang belum setara. Ini sebagai bentuk merendahkan diri atau memang sebuah pengakuan kalau sebenarnya semarang masih tertinggal dari pada kota-kota lain.

“Kebersamaan, tersebut menjadi modal dalam perwujudan Semarang setara serta proses pembangunan kedepan,” tandas Walikota. Dengan kebersamaan tersebut, Walikota juga mengajak kepada seluruh pilar pembangunan untuk dapat membangun kota Semarang dengan 3 prinsip. Yaitu, membangun Kota Semarang jangan dengan menyakiti tapi saling menyayangi, tidak dengan iri, atau curiga tapi dengan saling menopang, dan bangun kota ini, tidak dengan menuntut tapi saling memberi. Sehingga dengan dengan 3 hal tersebut, Walikota berharap agar dapat membangun kota Semarang hingga setara dengan 14 kota metropolitan lainnya.

Rupanya ini memang sebuah pengakuan kalau kota Semarang sebenarnya masih tertinggal dari pada kota-kota lain yang disebutkan berjumlah 14 kota  di atas. Kota-kota mana saja yang lebih maju daripada kota Semarang tidak dicantumkan.

Menurut saya ini adalah sebuah blunder dan sebuah marketing yang salah. Kalau Semarang pada kenyataanya masih tertinggal dari pada kota lain ya sudah, itu hanya menjadi rahasia kota ini. Pengakuan dalam hati tidak terus hanya sebuah pengakuan tapi ada keinginan untuk memperbaikinya, ada keinginan untuk meningkatkan taraf kota Semarang tercinta ini.

Tapi kalau kekurangan kemudian dijadikan sebuah slogan,menurut saya itu bukanlah sebuah marketing yang baik. Karena menurut saya kota Semarang itu tidaklah jauh tertinggal dari kota lain bahkan menurut saya Semarang sangat setara dengan kota-kota lain. Semarang juga patut berbangga karena sering mendapatkan Adipura. Jadi kenapa harus menggunakan slogan seperti itu. Slogan yang tidak marketing friendly.

sumber foto dan kutipan situs kota semarang

Iklan

Halal bi Halal Keluarga Besar

bani kasah lagiah
Hari sabtu kemarin aku menghadiri acara halal bi halal keluarga besarku. Keluarga besarku bernama Bani Kasah Lagiah, nama kakek nenek buyut kami. Acaranya sendiri berlangsung di rumah salah satu anggota keluarga yang mendapat jatah giliran sebagai tuan rumah. Tuan rumah bukan per keluarga tapi per Bani. Keluarga besar Bani Kasah Lagiah sendiri terdiri dari lima Bani, yaitu Bani Karnawi, Bani Kholil, Bani Hasim, dan Bani *mencoba mengingat-ingat*. Aku sendiri masuk ke dalam Bani Karnawi, Bani Karnawi ini adalah anak tertua dari Bani Kasah Lagiah. Pak Karnawi sendiri mempunyai beberapa anak, dan kakekku adalah anak yang tertua. Acara pertemuan Keluarga Besar biasanya diadakan setahun sekali, dan biasanya pas momen Idul Fitri, sekalian halal bi halal. Read the rest of this entry

Apes Lagi

Seminggu kemarin adalah minggu yang apes bagiku. Ada tiga kejadian yang menurutku adalah ke-apes-an.
Pertama, beli es. Karena panas matahari yang menyengat, pengennya minum es mulu. Walau kerja di ruang ber-AC, tapi AC-nya kayaknya perlu di service. Kembali ke beli es, es belum di minum udah jatuh di jalan. *Jalan di sekitar kantorku rusak parah, pakai banget* yaa….ga jadi minum es teh dong!. Trus…hari sabtu kemarin, aku pulang agak siang. Panas terik, lihat orang jualan es buah di pinggir jalan jadi pengen beli. Beli satu bungkus. Sampai di rumah, entah kenapa peganganku pada plastik es tidak sempurna dan….pyaarr!! es jatuh kelantai. Sialll!!!…apeeess!!!

Kedua, beli flashdisk. Pengen harga yang lebih murah, aku mendatangi toko komputer yang selama ini terkenal dengan harga murahnya, di daerah tembalang semarang. Aku cari merek K, tapi lagi tidak ada, adanya merek lain, ya udah akhirnya beli yang merek A. Ga perlu besar memorinya, wong cuma untuk nyimpen data word dan excel. 2 GB cukuplah. Hari berikutnya, aku ke warnet. Masih di daerah tembalang. Setelah pakai warnet, sambil nunggu mbaknya operator ngasih kembalian, iseng-iseng tidak berhadiah, aku lihat produk yang di pajang warnet. Salah satunya adalah flashdisk. Buuseett!!…merek sama, kapasitas sama tapi harganya selisih 10 ribu, mahalan flashdisk yang aku beli. Menurutku ini adalah apes, bukan masalah uang tapi motif ekonomi-nya ga dapet.

Kesimpulannya. Hati-hati, lihat kanan kiri kalau mau beli sesuatu, tempat yang biasa menjual murah belum tentu akan selalu menjual lebih murah dari tempat lain.