MENCEGAH BANJIR LEWAT LUBANG SERAPAN BIOPORI

Disarikan dari Suara Merdeka

Banjir danm tanah longsor terjadi dimana-mana, ini karena terjadi kerusakan lingkungan, tanaman pohon jadi tanaman perumahan, perkantoran atau mal, hutan-hutan menjadi gundul.

Ada teknologi tepat guna  karya Ir. Kamir R brata SM, staf Departemen Ilmu Tanah dan sumber daya lahan Fakultas Pertanian IPB. Teknologi tersebut bernama ‘lubang serapan biopori’. Teknologi ini bisa diterapkan dimana saja. Prinsip teknologi ini adalah menghindarkan air hujan mengalir ke daerah yang lebih rendah dan membiarkannya terserap ke dalam tanah melalui lubang resapan tadi. Dinamakan teknologi biopori/ mulsa vertikal karena mengandalkan jasa hewan-hewan tanah seperti cacing dan rayap untuk membentuk pori-pori alami dalam tanah dengan bantuan sampah organik

Bagaimana cara mengaplikasikan teknologi tersebut ? Mudah kok…

Langkah-langkahnya yaitu :

  1. Buat lubang sedalam 80 cm dengan diameter 10 cm, kedalaman lubang maksimal 100 cm. Kalau kedalamannya lebih dari 100 cm maka cacing-cacing dan organisme pengurai lainnya akan kekurangan oksigen, sehingga tidak dapat bekerja dengan maksimal.
  2. Setelah lubang jadi, masukkan sampah organik seperti daun dan ranting kering serta sampah rumah tangga yang dapat terurai

Dari sampah organik itu nantinya akan hidup cacing tanah dan rayap yang akhirnya membuat biopori. Pada saluran air, lubang serapan bisa dibuat setiap 100 cm dan pada ujung dibuat bendungan.

Ayo kita terapkan teknologi ini di rumah kita sendiri, jangan menunggu pemerintah untuk mengatasi masalah banjir, jangan menyalahkan siapa-siapa karena semua ini adalah salah kita sendiri bila terjadi banjir atau bencana tanah longsor.

Mari kita mulai dari rumah kita sendiri  

About these ads

19 pemikiran pada “MENCEGAH BANJIR LEWAT LUBANG SERAPAN BIOPORI

  1. kok mirip ma tehnik pembuatan kompos yang aku dapet dari mas adi yo??? tp ini kan ada kekurangan mendasar yaitu di daerah perkotaan dah jarang rumah yang masih pk halaman. klpun ada itu beresiko mencemari sumber air. tp kl di desa mungkin masih bisa banget.

    Like this

  2. Kapan warga DKI dan gubernur bikin gebrakan seperti di Bogor.
    Dimulai dari rumah sendiri, gedung utama di jalan protokol, jalan tol.
    Bagus juga untuk nampung air bekas wudhu di masjid dan musholla.

    Like this

  3. Ami berkata:

    Pada dasarnya aku setuju dengan diterapkannya teknologi lubang resapan biopori sebagai pengganti sumur resapan tapi kalo lubang itu dikasih sampah dengan tujuan agar terbentuk kompos apa tidak salah??? soalnya yang aku tau dalam proses pembuatan kompos atau proses pembusukan sampah akan dihasilkan air yang biasanya disebut air lindi(leaching) dimana air ini termasuk kategori limbah cair yang harus diolah terlebih dulu sebelum dibuang ke lingkungan sekitar. Kalau air lindi tersebut langsung dibuang ke tanah apakah tidak akan menimbulkan pencemaran air dan tanah nantinya. Kemudian apakah dengan adanya kompos tersebut nantinya tidak menimbulkan bau busuk akibat pembusukan sampah.Teerima kasih

    Like this

  4. HONDA USER berkata:

    CMMIWpendapat saya, krn ini langsung ditanah, air lindi akan sangat minim terbentuk selain lansung diproses oleh mikroba dan cacing, jumlah yang disarankan tidak terlalu besar, artinya sktar 100m2 ada sekitar 24 lubang..Diametr10cm dgn kedalaman sekitar 80 cm..

    Like this

  5. terulin berkata:

    topik yang semula sama sekali tidak saya kenal…………dan membuat saya jadi pusing awalnya.
    walau saya belajar di bidang kehutanan tapi teknologi ini membuat saya lebih mengaitkannya terhadap sumur resapan yang juga pernah dikembangkan oleh tim IPB (dengan hasil yang sepertinya kurang memuaskan) dalam mengatasi banjir di daerah perkotaan
    atau memang ide biopori ini didasari dari pengembangan sumur resapan yang pernah ada dikembangkan??????
    apapun yang menjadi jawabannya,
    saya pribadi berpendapat bahwa dalam menangani masalah banjir tidak hanya cukup dengan satu atau dua cara saja. karena penanganan daerah aliran sungai melibatkan berbagai bidang ilmu seperti kehutanan, teknik, pertanian, dll serta berbagai instansi yang berwenang mengelolanya seperti antara pemerintah, LSM, dan masyarakat serta badan-badan usaha seperti hotel, mal, rumah makn, dll yang tinggal terkhusus di daerah sekitar sungai dan agar menyadari bahwa

    SUNGAI BUKAN TONG SAMPAH !!!!!!!!!!!!!

    Like this

  6. ve berkata:

    mgkn ada yg sudah menerapkan dan bisa membagi pengalaman gmn caranya membuat lubang tsb, krn mnrt info yg sy dapat alat khusus utk membuat lubang biopori itu harganya agak mahal (kalau hanya akan sekali pakai saja). terima kasih

    Like this

  7. @ Ve : buat sendiri kan bisa, pakai linggis atau apalah yang penting bisa untuk buat lubang.
    intinya adalah membuat lubang yang berpori-pori, untuk menghasilkannya lubang tersebut di kasih ranting-ranting

    Like this

  8. Halo, Saya

    Saya mengenal produk bor untuk biopori sedang ada diskon dan saya lihat hal ini mungkin berguna untuk anda.

    ——————————————————-
    CV EPRISTARI – 021 93829785_081399136545

    Biopori bor tangan, Takakura-Komposter Pencacah Sampah Organik (Mini untuk rumah tangga 1-2 kg/jam, Kecil 15 kg/jam, Sedang 300kg/jam, Besar >600 kg/jam) dapat diperoleh di CV.EPRISTARI.

    Untuk informasi selengkapnya, silahkan ke http://www.indonetwork.co.id/CV_EPRISTARI/profile
    http://cv-epristari.blogspot.com/

    Like this

  9. kalo gak mau pusing tapi tetap peduli lingkungan
    dan bisa merogoh kocek 200rb-an,
    kunjungi saja websitenya lgs, biopori.com.
    disitu ada jual alatnya krg lebih 200rb-an.

    Like this

  10. intan berkata:

    tenkyoooooooouuuuuuuuuu!!
    lumayan bwat tambah2 karya tulis saya!
    hoho…
    tapi kalo bisa lebih d lengkapin agy yupz!

    Like this

  11. Biopori bagus, tapi untuk mengurangi banjir? Belum kali ya, masih banyak sekali faktor lain. Yang jelas untuk di anjurkan, iya, apalagi kepada developer. Tapi biopori banyakan hebohnya, cara bikin yang standard aja ga jelas. Ngelongok di Website nya, cuma jual alat tuh, ga banyak menjelaskan tentang pembuatan biopori yang standard. Kudu bayar pelatihan dulu 1 jt? Ada yang nulis, salah satu perlengkapan yang diperlukan pralon? Maksudnya ldinding lobang diperkuat dengan pralon?
    Cara bikin yang benarnya bisa liat dimana sih mas? Tadinya udah siap2 bikin, jadi ragu. Takut salah.

    Like this

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s